Mencetak generasi yang unggul untuk Kaltara


Universitas Borneo Tarakan (UBT) kembali menegaskan komitmennya sebagai garda terdepan dalam mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) unggul di wilayah beranda utara NKRI. Hal ini tercermin dalam kegiatan “Penyerahan Simbolis Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah Aspirasi H. Hasan Basri, M.H., Ketua PURT DPD/MPR RI”, yang digelar di Ruang Auditorium lantai 4 Gedung Rektorat UBT dengan suasana penuh khidmat dan antusiasme tinggi.


Kegiatan ini diawali dengan penyambutan hangat dari Rektor Universitas Borneo Tarakan, Prof. Dr. Yahya Ahmad Zein, S.H., M.H., yang didampingi oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kemahasiswaan, dan Alumni. Kehadiran Senator H. Hasan Basri, M.H., selaku Ketua PURT DPD/MPR RI, yang turut didampingi oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Utara, H. Muhammad Nasir, S.E., M.M., CSL, menegaskan kuatnya komitmen para pemangku kebijakan dalam mendukung sektor pendidikan di wilayah perbatasan.


Turut hadir dalam acara ini jajaran Wakil Dekan dari berbagai fakultas di lingkungan UBT, serta perwakilan pimpinan perguruan tinggi lainnya. Beasiswa KIP Kuliah Jalur Aspirasi ini tidak hanya mencakup mahasiswa UBT, tetapi juga menjangkau berbagai kampus di Kalimantan Utara, termasuk Universitas Terbuka (UT), STMIK PPKIA, STIE Bulungan Tarakan, Politeknik Kaltara, dan Politeknik Bisnis Kaltara.


Dalam sambutannya, Rektor UBT Prof. Yahya Ahmad Zein menyampaikan apresiasi yang mendalam atas dedikasi Senator Hasan Basri dalam memperjuangkan kuota beasiswa melalui jalur aspirasi. Beliau menekankan bahwa akses pendidikan tinggi adalah kunci utama untuk mengubah nasib keluarga dan memajukan daerah.


“Kehadiran beasiswa KIP Kuliah melalui jalur aspirasi Bapak Hasan Basri merupakan solusi konkret atas tingginya minat kuliah anak-anak kita yang terkadang belum sepenuhnya terakomodasi oleh kuota reguler. UBT sebagai institusi pembina akan terus memastikan bahwa proses akademik berjalan berkualitas, sehingga dukungan finansial dari negara ini benar-benar menghasilkan sarjana-sarjana yang kompeten dan siap membangun Kalimantan Utara,” tegas Prof. Yahya.

Senada dengan hal tersebut, H. Hasan Basri, M.H., dalam orasi singkatnya menyampaikan bahwa pendidikan tinggi tidak boleh hanya menjadi milik mereka yang mampu secara ekonomi. Sebagai wakil daerah di tingkat nasional, ia merasa memiliki kewajiban moral untuk memastikan anggaran pendidikan di pusat dapat dirasakan manfaatnya secara nyata oleh mahasiswa di pelosok Kalimantan Utara.


“Beasiswa KIP Kuliah Aspirasi ini adalah investasi jangka panjang bagi bangsa. Saya ingin melihat anak-anak dari Tarakan, Bulungan, Malinau, Nunukan, dan KTT menjadi pemimpin di masa depan. Jangan jadikan keterbatasan biaya sebagai penghalang untuk bermimpi. Gunakan kesempatan ini untuk fokus belajar dan tuntas tepat waktu,” ujar Senator Hasan Basri di hadapan para mahasiswa.

Acara dilanjutkan dengan penyerahan simbolis kartu beasiswa kepada perwakilan mahasiswa dan penyampaian kesan serta pesan.


Perwakilan mahasiswa Penerima KIP Kuliah Aspirasi Octa Olviani Incau dari Program Studi Bimbingan Konseling Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan menyatakan bahwa beasiswa ini adalah jembatan untuk meraih mimpi di tengah keterbatasan ekonomi keluarga. Ia berkomitmen untuk menjaga IPK, aktif berorganisasi, dan lulus tepat waktu agar dapat memberi manfaat bagi masyarakat luas. Mahasiswa juga menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Bapak Hasan Basri, serta Universitas Borneo Tarakan.


Acara diakhiri dengan sesi foto bersama antara pejabat struktural universitas, tamu undangan, dan seluruh mahasiswa penerima beasiswa. Penyerahan beasiswa aspirasi ini diharapkan dapat terus berlanjut dan meningkat kuotanya di tahun-tahun mendatang, mengingat tingginya angka angkatan kerja di Kalimantan Utara yang membutuhkan peningkatan kualifikasi melalui jalur pendidikan tinggi.